Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

Syukurilah Selama Kau Masih Bisa Mensyukurinya

Tubuh seseorang terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai fungsinya masing-masing. Bagian-bagian tersebut merupakan gabungan dari beberapa bagian yang kecil dan sangat kompleks. Sesuatu yang sangat sulit untuk dibuat sendiri oleh manusia, dan disinilah kuasa Tuhan terlihat. Tuhan menciptakan manusia yang amat sangat luar biasa.

Pernahkah kau berpikir jika seandainya kau tidak memiliki salah satu bagian tubuhmu? apa yang kau rasakan? misalnya kau tidak memiliki mata, apa yang akan kau lakukan? apa kau akan diam saja menunggu seseorang untuk menyuapimu, memandikanmu, mencarikan uang untuk kau bertahan hidup? lalu, misalnya kau memiliki semuanya kecuali kakimu. Sehingga untuk berjalan, kau membutuhkan tongkat atau kursi roda.

Tentunya kita tidak bisa menerima keadaan kita begitu saja. terlebih bila kita sudah memiliki bagian tubuh tersebut sejak kita dilahirkan. tapi, kehendak Tuhan siapa yang tahu? kita hanya bisa menerima dan mensyukurinya. Lebih baik bagi kita untuk terus berkarya dan berkembang selama kita masih bisa melakukannya.

Sebenarnya, saya hanya ingin mengingatkan bahwa apapun kekurangan kita, janganlah kita berhenti untuk berusaha. justru dengan kekurangan kita, kita bisa menjadi lebih dari orang lain yang mempunyai kelebihan
tertentu. Kita bisa bangga setengah mati bila kita bisa hidup tanpa merepotkan orang lain dengan segala kekurangan kita.

Kau memiliki otak yang pas-pasan, eits stop dulu. Semua orang dilahirkan sama, diberi anugrah sama. Hanya saja kemampuan setiap orang berbeda-beda. Ada yang tertarik ke bidang sains, ada yang tertarik ke bidang olah raga, dll. Bila kau tidak hebat dalam ilmu pengetahuan tertentu, pasti kau hebat dalam bidang lain. Bila kau tidak mempunyai kelebihan dalam hal lain, jangan salahkan Tuhan. Salahkan dirimu tak mau mengembangkan diri.

Sifat dasar manusia adalah ingin menjadi lebih dari yang sekarang, namun cara yang digunakannya yang berbeda. Ada yang mandiri, ada yang butuh bantuan orang lain, ada yang menggantungkan hidup pada orang
lain, dan banyak lagi lainnya.

Orang buta pun bisa hidup normal dengan tongkat yang berfungsi sebagai matanya. Orang cacat pun bisa untuk menjalani hidupnya tanpa merepotkan orang lain. Mereka adalah contoh orang yang mensyukuri anugrah dari Tuhan, dan tetap mengembangkan hidupnya.

Syukurilah apa yang telah kau miliki. walaupun kau memiliki tubuh yang kurang sempurna, motor yang jelek, mobil yang murah, bekerja di kantor yang gajinya kecil, kuliah di kampus yang mahal, handphone yang batrenya ngedrop, syukurilah. Masih banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan yang kau rasakan.

Syukurilah kau tidak harus tidur di trotoar jalan karena kau mempunyai rumah (walau milik orang tuamu). Syukurilah karena kau tidak perlu memungut sampah untuk mencari uang untuk menyambung hidup. Syukurilah karena kau bisa makan apapun yang kau inginkan tanpa harus merugikan orang lain. Syukurilah kau bisa membaca note ini karena kau sudah memahami teknologi. Dan syukurilah kau masih bisa merasakan hidup, sampai pada detik ini.

Minggu, 10 Juli 2011

Love & Married

A student asks a teacher, "What is love?" The teacher said, "in order to answer your question, go to the wheat field and choose the biggest wheat and come back. But the rule is: you can go through them only once and cannot turn back to pick."

The student went to the field, go through first row, he saw one big wheat, but he wonders….maybe there is a bigger one later. Then he saw another bigger one… But maybe there is an even bigger one waiting for him.

Later, when he finished more than half of the wheat field, he start to realize that the wheat is not as big as the previous one he saw, he know he has missed the biggest one, and he regretted. So, he ended up went back to the teacher with empty hand. The teacher told him, "…this is love…  You keep looking for a better one, but when later…

"What is marriage then?" the student asked. The teacher said, "in order to answer your question, go to the corn field and choose the biggest corn and come back. But the rule is: you can go through them only once and cannot turn back to pick."

The student went to the corn field, this time he is careful not to repeat the previous mistake, when he reach the middle of the field, he has picked one medium corn that he feel satisfy, and come back to the teacher.

The teacher told him, "This time you bring back a corn…. You look for one that is just nice, and you have faith and believe this is the best one you get…. This is marriage.

‎​‎​So, keep the faith on your marriage. Don't give up! It's a process to be one flesh that makes your marriage so colourful and a memorable one.

Enjoy your rainbow of marriage

Kamis, 07 Juli 2011

$100

Suatu  hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.

Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:
Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”

Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.
Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.
Jangan pernah lupa – Anda Sangatlah Berharga

kisah anjing yang masih kecil

Seekor anjing kecil sedang berjalan di ladang pemiliknya.

Ketika dia mendekati kandang kuda, si kuda berbicara, "Kamu masih baru disini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik akan membuangmu"

Si anjing kecil pergi dengan menundukkan kepalanya.

Lalu dia melewati kandang sapi, sapi pun berkata, "Kamu hanya seekor anjing kecil, tidak seperti aku. Aku telah memberikan susu dan keju yang segar untuk pemilik ladang ini"

Disambut oleh seekor domba, "Saya yang paling berharga, karena saya telah memberikan mantel yang tebal untukku pemilik ladang ini, tak ada yang paling berharga selain aku"

Dengan langkah kecil, si anjing kecil pun berjalan dengan menangis dan sedih menyesali nasibnya sendiri.

Anjing kecil bertemu dgn seekor anjing tua yg sedang duduk diam.

Anjing tua bertanya, "Mengapa kamu menangis?"

"Saya merasa sangat tidak berguna, Saya tidak dapat memberikan apa-apa bagi pemilik saya, buat apa saya hidup dan berada disini?"

"Memang benar kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, tak bisa memberikan susu dan keju, tak bisa memberikan bulu yang hangat, TAPI bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yg diberikan TUHAN untuk membawa kegembiraan."

Malam itu pemilik ladang pulang ke rumah dengan sangat lelah, baju yang kotor dan bau.

Si anjing kecil berlari kepadanya dan menjilatinya, mereka berguling bermain di beranda rumah.

Pemilik memeluk si anjing kecil dengan erat dan berkata, "Walau saya sangat lelah hari ini, tapi semua itu hilang begitu saja saat kau menyambutku seriang ini, SUNGGUH kamu yang paling berharga di antara semua binatang yg aku pelihara."

Jangan sedih karena kamu tak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain, Sebab kamu memang tidak memiliki kemampuan Itu, Tapi pergunakanlah KEMAMPUAN & KETERBATASAN yang kamu miliki dengan sebaik-baiknya serta bijaksana di bawah KuasaNYA

Selasa, 05 Juli 2011

Penyesalan

Seorang wanita cantik dan sexy terjatuh dari lantai 80 sebuah gedung megah. Untunglah di lantai 70, ada seorang Pria Amerika menangkapnya.

Wanita : “Terima kasih anda telah menolong saya….”

Pria Amerika : “Sama-sama, tapi Anda harus membalas budi”

Wanita : “Bagaimana caranya ?”

Pria Amerika : “Tidurlah denganku…..”

Wanita : “Bajingan kau, TIDAK MAU !!!”

Pria Amerika : “Ya sudah kalau nggak mau…” Pria Amerika kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh….

Di lantai 50, seorang Pria Prancis berhasil menangkapnya.

Wanita : “Terima kasih anda telah menolong saya….”

Pria Prancis : “Sama-sama, tapi Anda harus membalas budi”

Wanita : “Bagaimana caranya ?” Pria Prancis : “Tidurlah denganku…..”

Wanita : “** SENSOR ** kamu, TIDAK MAU !!!”

Pria Prancis : “Ya sudah kalau tidak mau…” Pria Prancis kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh…

Lantai 45 lewat, lantai 40 lewat, lantai 35 lewat dan tidak ada lagi yang menangkapnya. Si wanita mulai menyesal.

Akhirnya dia memutuskan kalau ada lagi pria yang menangkapnya, ia mau diajak tidur bareng. Daripada mati, pikirnya.

Akhirnya di lantai 20, seorang Pria Arab menangkapnya. Buru-buru wanita itu berkata :

Wanita : “Terima kasih anda telah menolong saya. Sebagai balas jasa, Anda boleh tidur dengan saya…”

Pria Arab : ” Astaghfirullah !!!!!”

Lalu Pria Arab itu melepaskannya kembali…


kesimpulan : penyesalan selalu datang belakang, ambil keputusan secepatnya

Jumat, 01 Juli 2011

MARAH & CINTA

‎​Saat seorang laki-laki sedang memoles mobil barunya, anaknya yang berumur 5 tahun membaret-baret mobilnya dengan batu. Dengan marah, laki-laki tersebut meraih tangan anaknya dan memukulnya berkali-kali; tanpa menyadari dia memukulnya dengan kunci Inggris.

Di rumah sakit, anaknya harus kehilangan jari-jarinya karena kerusakan tulang yang sangat parah.

Saat anak tersebut melihat ayahnya, dengan pandangan kesakitan, bertanya,"Ayah, akankah jari-jariku tumbuh lagi ?" Lelaki tersebut, sangat terluka, menyesal dan kehilangan kata-kata; ia kembali ke mobilnya, lalu menendangnya berkali-kali. 

Hatinya hancur atas perbuatannya terhadap anaknya, saat berdiri di hadapan mobilnya, ia melihat baret-baret yang dilakukan anaknya di mobilnya tertulis:

"AKU CINTA AYAH!"

MARAH & CINTA tidak ada batasnya; pilihlah CINTA utk mendapatkan hidup yang Indah...

Rabu, 29 Juni 2011

Kesempatan dan Pilihan

"Bertemu itu KESEMPATAN, mencintai itu PILIHAN" 

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu KESEMPATAN.. 
  
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..Itu bukan kesempatan, itu adalah PILIHAN.. 
  
Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya..Itu bukan kesempatan, itu adalah PILIHAN... 
  
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup kita.. 
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah PILIHAN... 
  
Mungkin KESEMPATAN mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita.. 
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan TUHAN dan manusia. 
  
Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai... 
Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna.. 
Dengan cara2 yang Sempurna... 
  
BELAJAR-lah mencintai dan menyayangi pasangan kita yang Belum SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA..  
Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita.. Agar jiwa kita pun menjadi SEMPURNA di hadapan TUHAN... 

Takdir yang mempertemukan. Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-NYA.. 

Selasa, 21 Juni 2011

Hukum Truk Sampah

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.  Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. 



Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. 



Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" 

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".  Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. 

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. 

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati. Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: 
 ☑ Hidup itu 10% mengenai apa yang terjadi kepadamu, dan 90% tentang bagaimana kamu menyikapinya.
 ☑ Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari di tengah hujan.

** Selamat menikmati hidup yang bebas dari "sampah". Marah, benci, iri, dengki, dendam. Hiduplah dlm kebebasan pengampunan.

Senin, 20 Juni 2011

DOA SEORANG AYAH

Ya RABB ku,
bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat
untuk menyadari manakala ia lemah, dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut...

Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan,
rendah hati dan jujur dalam kemenangan...

Ya RABB ku,
bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti bahwa mengetahui serta mengenal diri sendiri, adalah dasar dari segala ilmu yang benar...

Ya اَللّÙ‡ُ  Azza Wa Jalla,
janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yang mudah dan lunak,
Biarkan Kau bawa dia kedalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup...

Bimbinglah puteraku, supaya dia mampu tegak berdiri di tengah badai
serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh...

Bentuklah puteraku menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. 
Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum bermaksud memimpin orang lain.
Seorang manusia yang mampu meraih hari depan
tapi tak melupakan masa lampaunya...

Dan setelah segala menjadi miliknya, semoga puteraku dilengkapi dengan hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh-sungguh...
Namun jangan sekalikali berlebihan.

Berikan kepadanya kerendahan hati,
kesederhanaan dan keagungan hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan
Dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya...

Sehingga aku orang tuanya nanti akan berani berkata:
"hidupku tidaklah sia-sia!..."

Minggu, 19 Juni 2011

Ikhlas

Kisah ini menceritakan seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp 10.000. Dia begitu sedihnya dan menangis sejadi-jadinya.

Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.“Kenapa kamu menangis?” tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.“Uang saya hilang. Rp 10.000.” katanya sambil terisak-isak.“
Tenang saja, nich paman ganti yah… paman kasih Rp 10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp 10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?“
Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.“
Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.

Pamannya bingung…“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.

Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.“Kenapa sayang? Koq menangis sich. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambi menyeka air mata anaknya.

“Uang saya hilang Rp 10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp 10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp 10.000“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp 20.000.” jawabnya sambil terus menangis.“

Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp 20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp 20.000.

Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”“Kalau tidak hilang, uang saya Rp 40.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.“Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.

PESAN MORAL:Motivasi ini nyata? Tidak juga, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataannya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia hanya melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia yang selalu merasa kurang padahal nikmat Allah SWT begitu banyaknya sudah dia terima.

Banyak orang mengeluh tidak bisa bisnis, sebab dia tidak punya uang untuk modal. Padahal modal hanyalah salah satu yang diperlukan dalam bisnis. Bisa jadi dia sudah punya waktu, punya tenaga, dan punya ilmu untuk bisnis. Namun dia tidak juga bertindak sebab dia hanya fokus melihat kekurangan, bukannya bertindak dengan memanfaatkan apa yang ada. Mulailah Bertindak Dari Yang Sudah Ada.

Bersyukurlah jika Anda merasa tersindir dengan dongeng motivasi diatas, artinya Anda perlu berubah sekarang.

Bagaimana menjadi True Business Owner yang Berhasil

Dalam hidup kita harus belajar dari yang terbaik dan melakukan yang terbaik.

Begitu banyak orang mengatakan bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik dalam hidup ini, tapi kehidupannya masih biasa-biasa saja.

Salah  satu tes apakah “Business Owner” atau “Self-employee” yang memiliki business sesungguhnya adalah bila bisnis tadi kita tinggal satu tahun, bisnis tadi bertambah besar atau rugi, (bisakah Anda meninggalkan bisnis Anda selama satu tahun atau lebih dan saat kembali menemukannya lebih menguntungkan serta berjalan dengan baik daripada ketika Anda pergi?)

• Bagaimana bisnis kita berkembang dengan atau tanpa kita? Menurut Robert T. Kiyosaki untuk berhasil menjadi “Business Owner” diperlukan :A. Pengendalian sistemB. Kemampuan memimpin orang.

• Banyak orang merasa bahwa yang paling penting adalah produk atau jasanya. Ini tidak mutlak benar.

• Jutaan orang bisa membuat burger lebih enak dari Mc. Donald tapi hanya Mc. Donald yang mempunyai system yang telah menyajikan milyaran burger.

• Menurut saya ada 3 sistem yang diperlukan untuk membuat perusahaan menjadi dahsyat :
1. Sistem sumber daya manusia termasuk pembinaan, reward dan punishmentnya.
2. Sistem kontrol (kontrol arus kas, kontrol kedisiplinan, kontrol keuangan, administrasi, dll).
3. Sistem.

Selasa, 07 Juni 2011

Sahabat

Butuh 1 menit tuk membenci seseorang..
Butuh 1 detik tuk menyakiti seseorang..
Tapi butuh seumur hidup tuk mencari seseorang teman sejati..
Berapa lama kita akan berteman??
Coba aku pikir...???
* Selama bintang bersinar di langit?
* Sampe lautan kehabisan air?
* Sampe akhir usia?
Aku tidak berharap tuk jadi seseorang terpenting dalam hidupmu,
Aku cuma berharap suatu hari nanti kalo kamu dengar namaku

kamu akan tersenyum dan bilang:
"Dia itu SAHABAT AKU.",

Minggu, 05 Juni 2011

Nobody and Somebody

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan
dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam,
berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
“Tapi Papa…”
Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew
berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih
minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew
“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.
“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat
berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya
ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.
40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit
tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata .
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

Kamis, 02 Juni 2011

Antara Lidah, Perkataan dan Perbuatan

Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna ‘berbicara’ pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.
  
 Berbicara bukanlah sekedar keterampilan memainkan lidah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, juga mempengaruhi orang lain. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar berbicara secara efektif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:
  
 1.      Berbicaralah yang baik, atau diam saja.
 Sungguh beruntung orang-orang yang dapat menjaga lidahnya untuk tetap diam, daripada mereka yang rajin mengucapkan perkataan yang tidak memiliki manfaat apa-apa. Resiko tertinggi orang yang diam adalah ‘disebut orang pasif’. Sedangkan resiko terrendah bagi orang yang banyak bicara adalah disebut ‘orang yang banyak omong’. Manfaat terbesar bagi orang yang diam adalah ‘tidak dibenci oleh orang lain’. Sedangkan manfaat terbesar bagi orang yang berbicara adalah; ‘pahala yang mengalir atas kata-katanya yang baik’. Maka berbicaralah yang baik-baik karena pahala kebaikannya sangat besar. Atau kalau tidak bisa mengucapkan perkataan yang baik, maka sebaiknya ya diam saja.
  
 2.      Selaraskanlah antara perkataan dengan perbuatan.
 Perhatikan orang-orang yang tidak selaras antara perkataannya dengan perbuatannya. Betapa banyak contoh orang seperti itu dihadapan Anda. Dan Anda tahu betul bahwa orang lain sudah tidak lagi mempercayai mereka. Ketika seseorang mengatakan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain, namun dirinya sendiri berperilaku sebaliknya; maka orang tidak lagi mempercayai kata-katanya. Karena ketidakselarasan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Jagalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan, maka Anda akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang disekitar Anda.
  
 3.      Gunakanlah perkataan untuk mengajari diri sendiri.
 Orang-orang yang terlalu banyak berbicara – saya, misalnya – memiliki kecendrungan untuk mengajari atau mengajak orang lain melalui perkataan yang yang diucapkannya. Sayangnya sering lupa untuk mengajari diri sendiri. “Jujurlah!” katanya. Tetapi dia sendiri tidak jujur. Ini menandakan bahwa dia gagal mengajari dirinya sendiri. Motivasi saya saat mengatakan sesuatu adalah mengajari diri sendiri. Ternyata sangat berat untuk belajar sendirian, makanya saya membagi pelajaran bersama orang-orang yang saya cintai. Itulah sebabnya sambil mengajari diri sendiri, saya berbagi pelajaran itu dengan Anda.
  
 4.      Tebuslah perkataan dengan pendengaran.
 Ada ruginya juga memposisikan diri sebagai orang yang paling banyak berbicara. Kita sering tidak sempat mendengar perkataan orang lain. Boleh jadi perkataan kita bukanlah hal terbaik dalam satu urusan tertentu. Namun karena kita tidak bersedia mendengarkan perkataan orang lain; maka kita kehilangan pelajaran berharga. Sungguh beruntunglah orang yang selain berbicara, dia juga bersedia mendengar. Selain ilmunya bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia sendiri bisa menarik manfaat dari pelajaran yang ditebarkan oleh orang lain.
  
 5.      Yakinlah jika setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
 Kita sering mengira bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita akan menguap begitu saja. Kenyataannya perkataan yang kita ucapkan beberapa tahun lalu, masih diingat oleh orang lain. Sungguh beruntung jika kata-kata itu baik. Namun sungguh rugi kita jika kata-kata itu buruk. Setiap kata yang baik, menghasilkan pahala yang baik. Namun, setiap perkataan buruk pasti akan dibalas dengan imbalan yang juga buruk. Bahkan, guru spiritual saya mengatakan; “Betapa besarnya murka Tuhan kepada orang yang mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan perbuatannya.” Maka yakinlah, setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
  
 Keterampilan berbicara bukanlah monopoli mereka yang berprofesi sebagai pembicara publik. Setiap orang patut memiliki keterampilan berbicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah; berbicara tidak selalu berarti mengucapkan sesuatu dengan lidah kita. Melainkan juga menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita bisa berbicara dengan nyaring, namun perbuatan kita berbicara lebih nyaring dari kata-kata yang diolah oleh lidah kita.

Senin, 30 Mei 2011

Menebus Kesalahan yg tidak Termaafkan

Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Ada dosa besar, ada pula dosa kecil. Dosa yang disengaja dan dosa-dosa yang tidak disengaja. Dosa yang disadari, maupun dosa-dosa yang kita belum menyadarinya hingga saat ini. Manusia memang gudangnya dosa, sehingga pantaslah jika Tuhan menyediakan kesempatan untuk saling memaafkan. Tetapi bagaimana jika dosa Anda itu terlalu besar untuk dimaafkan? Bagaimana seandainya Anda tidak mendapatkan kata ‘maaf’ dari orang yang telah Anda sakiti? Apakah Anda sanggup untuk hidup dibawah bayang-bayang dosa itu?

Percaya kepada kehidupan setelah kematian mengandung banyak konsekuensi. Salah satunya adalah pertanggungjawaban yang berat atas dosa-dosa semasa hidup yang belum dimaafkan. Ketika orang yang kita dzalimi itu tidak mau memberi maaf, kita benar-benar berada dalam masalah besar. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar menebus kesalahan-kesalahan yang tidak termaafkan, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

1.      Memohon maaf bukan untuk ketenangan diri Anda sendiri.
 Ada orang yang meminta maaf hanya untuk menenangkan dirinya sendiri;”Hati saya gelisah karena dia belum memaafkan.” Setelah meminta maaf, dia bilang;“Ah, legaaaa… sudah dimaafkan nih…”. Anda hanya mementingkan perasaan hati Anda, bukan perasaan hati orang yang sudah Anda dzalimi; jika demikian. Dosa Anda tidak akan benar-benar terhapuskan jika ketika meminta maaf, Anda hanya ingin ‘bebas dari perasaan bersalah’. Mohon maaflah dengan kesungguhan dan ketulusan, bukan sekedar keinginan untuk memuaskan diri sendiri lagi.

2.      Tebuslah dosa itu dengan amal saleh dan perbuatan baik.
 Seseorang mungkin tidak bisa memaafkan Anda karena kesalahan yang telah Anda buat begitu menyakitkan baginya. Tetapi, jika dia melihat Anda menjadi orang yang berperilaku baik, mengisi hari-hari dengan amal saleh serta tindakan-tindakan yang bermanfaat bagi banyak orang. Maka dia akan tahu jika Anda telah benar-benar bertaubat. Mungkin kata ‘maaf’ yang Anda rindukan tidak pernah terucapkan dari bibirnya. Tetapi, nuraninya akan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa Anda sudah benar-benar insyaf.

3.      Gunakan dosa masa lalu untuk menjaga sisa hidup Anda.
  Sudah menjadi sifat manusia untuk melakukan dosa – begitu sadar segera meminta maaf – dan setelah dimaafkan lalu melakukannya lagi bahkan menambahnya dengan dosa-dosa baru lainnya. Beruntunglah orang-orang yang selalu teringat kepada dosanya yang belum termaafkan. Penyesalan dapat membantunya untuk menjauhi dosa-dosa lain sehingga dia bisa menjaga sisa hidupnya. Sungguh beruntunglah dia yang berhasil menjaga kesucian di sisa umurnya. Karena dengan begitu, dia bisa meninggal dalam keadaan menjadi pribadi yang baik. Meninggal seperti itulah yang disebut Husnul Khatimah, atau Akhir Kehidupan Yang Baik.

4.      Fokus kepada makna atas sisa hidup Anda.
  Dosa yang tidak dimaafkan tetaplah menjadi tanggungjawab masing-masing pelakunya. Jika seseorang bersikukuh tidak memaafkan dosa Anda, maka dosa itu tetap melekat didalam diri Anda. Menyedihkan dan menakutkan memang. Tetapi, jika Anda terus terpuruk dengan hilangnya kata maaf itu, maka Anda akan menyia-nyiakan sisa hidup Anda. Berbesar hatilah untuk menerima semua resiko, konsekuensi dan siksaan atas dosa dimasa lalu yang tidak termaafkan itu. Lalu fokuskan seluruh diri Anda lahir dan batin, untuk mengisi sisa hidup hanya dengan tindakan-tindakan yang menghasilkan pahala.

5.      Memohon kepada Tuhan untuk melembutkan hatinya.
Hati setiap orang itu bukanlah miliknya sendiri, karena Tuhan adalah pemilik sejatinya. Tuhanlah yang berkuasa untuk memberikan cahaya kedalamnya, atau membenamkannya dalam kegelapan. Tuhanlah yang melembutkan hati, atau membiarkannya keras membatu. Tuhan memberi ilham, lalu terserah manusianya apakah mau menerima cahaya Tuhan atau tidak. Anda tidak bisa melembutkan hati orang lain. Namun Tuhan kuasa untuk melakukannya. Maka memohonlah kepada Sang Pelembut Hati. Karena hanya Dia yang bisa melakukannya.

Penyesalan itu sangat menyiksa diri, menguras energy, dan membangkitkan gundah gulana di dalam hati. Tetapi, penyesalah bisa menjadi berkah agar kita terhindar dari perbuatan-perbuatan buruk yang lainnya. Dosa dimasa lalu, tidak bisa terhapuskan. Maka janganlah kita biarkan diri ini menambah dosa yang sudah ada. Cukuplah sudah perbendaharaan dosa-dosa kita. Dan ini adalah saatnya bagi kita untuk mengisi hidup dengan makna yang diinginkan oleh Tuhan ketika Dia menciptakan kita.

Luka

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.  Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.


Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.  Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yangdipakainya berkurang dari hari ke hari.  Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang
paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.


Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. 


Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :"Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa
menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.



Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.



Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai dan menyayangi mereka.

Untuk mengakhiri :
Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.
(Alessandro Manzoni)

Jumat, 27 Mei 2011

Pernah Dikecewakan....

Apakah Anda pernah merasa dikecewakan oleh orang lain? Pasti tidak enak ya, apalagi jika yang mengecewakan itu adalah orang yang kita percayai. Orang yang dikira baik ternyata dibelakang tidak seperti yang kita kira. Pertanyaannya sekarang adalah; apakah kita benar-benar ‘dikecewakan’ ataukah kita hanya ‘merasa’ dikecewakan oleh orang itu? Jangan-jangan sebenarnya mereka tidak mengecewakan kita, tetapi kitalah yang merespon apa yang mereka lakukan itu sebagai suatu kekecewaan, lho.


Jika Anda pernah kecewa, tentu Anda tahu betapa melelahkannya perasaan itu. Kebahagiaan kita terrenggut, waktu tidur kita berkurang, air mata kita terkuras. Perasaan hati kita juga menjadi gundah dan gelisah. Maka dari itu, jangan terlalu lama membiarkan kekecewaan menguasai diri kita. Untuk itu, saya ingin mengajak Anda untuk sama-sama menyimak 5 hal yang bisa membantu memerdekakan jiwa kita dari kekecewaan.


 Berikut ini uraiannya.

1.      Mengakui bahwa diri kita tidak sempurna.
 Apabila orang lain berkomentar negatif tentang diri Anda, atau menggunjingkan kekurangan-kekurangan diri Anda, maka Anda tidak perlu kecewa. Terima saja, meskipun belum tentu yang mereka gunjingkan itu benar. Bersyukurlah jika ada orang yang bersedia menunjukkan ketidaksempurnaan Anda. Jika mereka salah, maka itu akan menjadi tambahan pahala bagi Anda. Tapi jika mereka benar, maka itu merupakan proses penyadaran untuk memperbaiki ketidaksempurnaan yang ada pada diri Anda. Semoga dengan begitu kita bisa terus memperbaiki diri. Meski tidak mudah, Insya Allah ada jalan untuk perbaikan selama kita berusaha.

2.      Menyadari bahwa orang lain juga tidak sempurna.
  Rasa kecewa sering kali disebabkan oleh penilaian yang terlalu tinggi kepada seseorang. “Kalau orang lain yang melakukannya aku masih bisa ngerti. Tapi, kok bisa-bisanya sih dia melakukan itu?” Begitu kan kita sering berkata saat kecewa? Siapapun dia hanyalah manusia biasa yang bisa berbuat salah atau dosa. Jika kita tidak sempurna, dia juga sama. Jadi sudah, relakan saja. Dia hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna. Wajar jika dia melakukan sesuatu yang mengecewakan. Tidak usah diperpanjang karena kita sudah tahu betapa tidak sempurnanya dia.

3.      Menerima kenyataan bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati.
  Banyak orang yang kecewa kepada orang lain karena dia mengira bahwa apa yang dikatakan orang itu pastinya sama dengan apa yang ada dalam hatinya. Padahal, tidak semua orang mengucapkan kata-kata yang sejalan dengan isi hatinya. Jika Anda sudah menyadari hal itu, maka Anda tidak akan terlalu kecewa saat mendapati perilaku seseorang yang bertolak belakang dengan ucapannya. Anda juga tidak akan terlalu kecewa kalau ada yang memuji Anda didepan, tetapi menjelek-jelekkan Anda dibelakang. Jika ada yang menjanjikan sesuatu kepada Anda tapi tidak kunjung diwujudkan; Anda juga tidak akan kecewa. Mengapa? Karena Anda sudah tahu bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati. Jadi, tidak perlu heran. Enjoy aja….

4.      Ingatlah bahwa Anda adalah pengendali diri Anda sendiri.
  Jika orang lain berusaha mengecewakan Anda, tetapi Anda sendiri tidak merasa kecewa; kira-kira dia berhasil membuat Anda kecewa atau tidak? Jelas sekali ya, bahwa yang menentukan apakah kita kecewa atau tidak itu bukan perlakuan orang lain kepada kita. Melainkan sikap yang kita ambil sendiri. Jika ada orang yang berusaha mengecewakan kita, biarkan saja. Sebab selama kita memilih tidak kecewa, maka kita akan baik-baik saja. Bersyukurlah karena Tuhan telah memberi kita kekuatan untuk mengambil kendali kepada diri kita sendiri. Selama Anda memegang kendali itu, tidak seorang pun bisa menjatuhkan jiwa Anda.

5.      Meyakini bahwa segala sesuatunya tertera dalam catatan Tuhan.
  Selama Anda masih punya keyakinan kepada Tuhan, percaya deh semuanya akan baik-baik saja. Perkataan orang yang menjatuhkan Anda. Perbuatan orang yang merugikan Anda. Fitnahan, gunjingan, dan berita yang mengada-ada tercatat lengkap dalam buku yang dipegang terus oleh malaikat di kiri dan kanan. Kita tidak perlu ambil pusing soal semua itu, apalagi harus membalas dendam. Percayalah, bahwa Gusti Allah ora sare. Tuhan tidak pernah lengah.

Sudahlah, tidak usah kecewa lagi. Sayang energy kita terbuang percuma. Mendingan berserah diri saja kepada yang Maha Kuasa dengan keikhlasan dalam menerimanya.  Siapa tahu dengan begitu kita semakin disayang oleh Tuhan.

Rabu, 25 Mei 2011

Bola Salju

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari... Memanggil taksi, dan naik... 
 'Selamat pagi Pak,'...katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu... 
'Pagi yang cerah bukan?' sambungnya sambil tersenyum,... lalu bersenandung kecil... 
Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati, Ia melajukan taksinya... 
Sesampainya ditempat tujuan.. Pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu... 
 'Kembaliannya buat bapak saja ... selamat bekerja Pak..' kata pemuda dengan senyum... 
'Terima kasih...' jawab Pak sopir taksi dengan penuh syukur... 
 'Wah.. aku bisa sarapan dulu nih... Pikir sopir taksi itu... 
Dan ia pun menuju kesebuah warung. 
 'Biasa Pak?' tanya si mbok warung. 
'Iya biasa.. Nasi sayur... Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam'..jawab Pak sopir dengan tersenyum. 
 Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah 'Buat jajan anaknya si mbok,.. 'begitu katanya. 
 Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat ke sekolah dengan senyum lebih lebar. 
 Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini... Dan diberikannya pada temannya yg tidak punya bekal. 
 Begitulah..cerita bisa berlanjut.. Bergulir... .seperti bola salju.. 
 Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu... 
 Begitu juga keluarga si mbok... 
 Teman-teman si anak... 
 Keluarga mereka ... 
Semua tertular kebahagiaan... 
 Kebahagiaan, seperit juga kesusahan, bisa menular kepada siapa saja disekitar kita... 
 Kebahagiaan adalah sebuah pilihan... 
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini?? 
 Bisa menerima itu adalah berkah... 
Tapi bisa memberi adalah anugerah.... 
 Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat orang lain bahagia dengan keberadaan kita, 
 Semoga ada arus yang membahagiakan.....

Selasa, 24 Mei 2011

Antusiasme Bekerja

Setiap orang yang mendapatkan pekerjaan pada awalnya sangat senang dengan pekerjaan itu. Melompat kegirangan, menelpon Mama-Papa, dan menggunakan gaji pertama untuk mentrakti orang-orang tercinta. Antusiasme telah memenuhi sekujur tubuhnya. Jika Anda mengingat kembali, betapa dahulu ketika pertama kali mendapatkan pekerjaan; tentu Anda masih memiliki antusiasme yang tinggi juga. Ngomong-ngomong, masih adakah antusiame itu hingga sekarang?

Begitu banyak hal yang dapat dengan mudahnya memadamkan antusiasme kerja seseorang. Untuk sekedar membicarakannya setelah menjalani masa kerja beberapa tahun rasanya kok tidak lucu lagi. Tetapi, jika bara antusiasme kerja Anda tidak dibangkitkan lagi, maka lama kelamaan akan padam seperti bara api yang tidak dirawat.

Jika Anda tertarik untuk menyalakannya kembali, saya hadiahkan 5 catatan sebagai bekal dalam melakukannya.
 1.      Persoalan didalam diri Anda, bukan faktor dari luar.
Perhatikan bahwa kondisi kantor yang membuat Anda kehilangan antusiasme itu berlaku juga kepada orang lain. Boss yang penuntut, system yang belum terbentuk, kenaikan target yang ugal-ugalan. Dalam kondisi yang berlaku umum seperti itu kok masih saja ada orang-orang yang tetap antusias ya? Jika Anda kehilangan antusiasme, maka sebentar lagi juga Anda akan tergilas oleh semangat orang lain yang tetap antusias. Jadi, ternyata bukan soal lingkungan. Antusiasme itu adalah soal didalam diri Anda sendiri.
 2.      Raga Anda butuh Oksigen, begitu pula Jiwa Anda.
Antusiasme itu bagaikan oksigen yang menghidupi seluruh sel didalam sekujur tubuh Anda. Jika tubuh Anda kekurangan oksigen, maka proses metabolisme penghasil energy tidak bisa berjalan semestinya; dan tubuh Anda pun menjadi lemah. Tanpa antusiasme, jiwa Anda tidak memiliki cukup energy untuk melakukan tindakan apapun. Lihatlah orang yang tidak antusias, mereka terlihat malas, bukan? Beri jiwa Anda antusiasme yang terus menerus menggelora, maka Anda akan selalu memiliki tenaga melimpah ruah untuk melakukan apa saja dalam hidup Anda.
 3.      Mintalah penugasan-penugasan baru.
  Coba perhatikan bayi-bayi mungil disekitar Anda. Berikanlah kepada mereka hal-hal baru, atau mainan-mainan baru; maka mata mereka langsung berbinar dan tangan mereka langsung menggapai-gapai. Beberapa puluh tahun yang lalu, Anda juga lucu dan antusias seperti itu. Jika sekarang Anda membutuhkan sesuatu yang bisa mengobarkan kembali antusiasme Anda, maka mintalah penugasan baru kepada atasan Anda. Sesuatu yang benar-benar menantang dan memompa adrenalin Anda. Maka Anda akan menemukan semangat para bayi didalam diri Anda. Hanya saja, Anda harus ingat bahwa tugas-tugas baru tidak selalu berarti jabatan baru. Tidak selalu tersedia jabatan baru, tapi akan selalu ada tugas-tugas baru yang menanti Anda secara proaktif merangkulnya.
 4.      Antusiasme itu memancarkan energy positif.
 Interaksi dengan orang lain melibatkan energy yang tidak kelihatan secara fisik atau sering disebut sebagai aura. Anda tidak perlu memiliki kesaktian untuk mengetahui apakah seseorang yang Anda temui itu mempunyai aura positif atau tidak. Anda bisa merasakannya tanpa berkata-kata. Kepada orang yang auranya positif, Anda pasti suka. Demikian pula halnya orang lain yang pasti akan suka kepada Anda yang mampu memancarkan aura positif. Sungguh, tak seorang pun tahu persis bagaimana ‘membuat’ energy positif. Namun kita tahu bahwa antusiasme memancarkan energy positif itu. Jadi, antusiaslah. Dengan sendirinya Anda memiliki energy positif yang melimpah. Dan Anda pun seperti baru terlahir kembali.
 5.      Turbin Antusiasme berada didalam iman.
  Seseorang yang beriman kepada Tuhan tentu yakin bahwa setiap detik dalam hidupnya dinilai oleh Tuhan untuk ditukar dengan imbalan yang tak ternilai harganya. Itulah sebabnya, mengapa orang-orang yang beriman dengan benar tidak pernah membiarkan hidupnya tersia-siakan. Orang yang antusiasmenya rendah sering membiarkan waktu berlalu begitu saja. Sedikit berbuat dan enggan bertindak. Sedangkan orang yang memiliki antusiasme tinggi terus memacu dirinya untuk terus berkontribusi kepada hidup. Karena dia percaya, bahwa tujuan dari setiap tindakannya di rumah, di kantor, dimana saja adalah untuk Tuhannya. Maka hidupkanlah iman. Karena iman akan menekan tombol ‘ON’ pada generator pembangkit antusiasme yang memberi energy, dan menerangi jalan hidup Anda.

Tidak ada orang antusias yang malas. Tidak ada orang antusias yang lemas. Tidak ada orang antusias yang membiarkan hidupnya terombang-ambing oleh faktor luar dan lingkungan yang melemahkannya. Orang-orang antusias adalah mereka yang bersedia mengambil tanggungjawab pribadi. Mencurahkan seluruh energy untuk menuntaskan tugas-tugasnya. Dan memastikan bahwa hasil karyanya berkualitas tinggi, dan berkelas. Begitulah sifat orang-orang antusias.

Senin, 16 Mei 2011

Gembok dan Kunci

Apakah ada diantara Anda yg memiliki profesi seorang guru,dosen, atau pengajar ?

Pada saat Anda menguji anak didik Anda dalam sebuah tes, saya yakin bahwa ketika Anda memberikan pertanyaan, Anda pastinya sudah memiliki jawabannya juga.

Tidak mungkin Anda memberikan soal kepada mereka sementara Anda sendiri tidak tahu jawaban dari soal yang Anda berikan tersebut.

Hal yang sama berlaku pada sebuah pabrik pembuatan gembok.

Mereka tidak hanya menciptakan gembok, tapi juga membuat kunci untuk setiap gembok tersebut.

Bayangkan betapa konyolnya jika mereka hanya jual gembok tanpa anak kunci.

Dua analogi sederhana di atas kiranya memberikan pencerahan kepada kita bahwa hal yang sama Tuhan lakukan dalam hidup kita.

Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, maka sesungguhnya Dia sudah punya jawaban untuk persoalan tersebut.

Tuhan tidak pernah membiarkan kita mengalami persoalan yang tak terpecahkan atau masalah yang tidak ada jalan keluarnya.

Tuhan menyediakan kunci untuk setiap pergumulan hidup yang kita alami.

Tuhan tidak hanya menyediakan jawaban atau kunci untuk setiap masalah yang kita alami, tetapi Dia juga bijak dalam mengukur kemampuan dan kapasitas kita dalam menanggung persoalan.

Tuhan tidak akan pernah memberikan soal yang melebihi kemampuan kita.

Bukankah seorang guru tidak akan memberikan soal kelas VI untuk anak yg masih kelas 1 ?

Jika seorang guru saja bisa demikian bijak dalam menakar kemampuan kita, apalagi Tuhan ?

Melalui kebenaran ini kita diingatkan agar jangan sampai menjadi orang yang mudah mengeluh dan merasa persoalan yang kita alami sangat berat dan tak tertanggungkan.

Jangan juga kita menjadi orang yang mudah putus asa karena berpikir masalah kita tidak ada jalan keluarnya.

Ingatlah bahwa ada soal berarti ada jawaban, ada gembok berarti ada kuncinya.

Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, Dia sudah menyediakan kunci jawabannya